Kamis, 08 October 2026
  • kecamatansabbangluwuutara@gmail.com

Warga Menolak Pedagang Reseh

Warga Menolak Pedagang Reseh Surat Pernyataan Penolakan Warga

Sehari sebelum rapat Forkopincam terkait Kisruh Pasar Sabbang, masyarakat Dusun Maongan Desa Sabbang beramai-ramai membubuhkan tanda tangan tentang pernyataan sikap menolak pedagang pasar Sabbang yang selalu membuat masalah atau keributan.

Demikian pula dengan sejumlah pedagang yang berjualan di pasar Sabbang ikut membuat pernyataan menolak pedagang yang selalu membuat keributan, yang bisa mengakibatkan kurangnya pembeli ketika keamanan pasar tidak kondusif.

Camat Sabbang St. Kidar setelah menerima Surat Pernyataan Warga Dusun Maongan dan pedagang pasar Sabbang sangat menyayangkan adanya kisruh-kisruh yang terjadi dalam pasar, "Seharusnya pedagang itu fokus dalam menjual, nanti pemerintah yang aturkan tempat menjual, supaya tidak terjadi saling serobot", kata St. Kidar.

Disamping itu Sekcam Sabbang Andi Dwifo KK., SE menghimbau kepada penjual agar melapor kepada pemerintah apabila akan mendirikan lapak-lapak atau tenda-tenda agar bisa diatur dengan baik, "Sebaiknya setiap calon penjual, sebelum menjual melapor kepada mandor pasar, tidak boleh ada sistem jatah apalagi calo", ungkap Opu.

Kasi Trantib Kecamatan Sabbang yang juga sebagai Koordinator pasar Sabbang Andi bakhtiar, SE senantiasa menghimbau para pedagang agar saling pengertian dan mengikuti aturan main pasar, sehinnga pembeli tenang dan senang membeli sebagaimana layaknya di Pasar Swalayan.

Demikian pula harapan koordinator keamanan pasar Hasirum, menghimbau kepada pedagang atau penjual supaya senantiasa menjaga stabilitas keamanan pasar Sabbang tetap kondusif, supaya masyarakat senang membeli.

Untuk diketahui bersama bahwa mulai hari ini Kamis (20/6/2019) pamplet-pamplet larangan membangun di area pasar Sabbang tanpa sepengetahuan Pemerintah Kecamatan Sabbang, telah dipasang di sudut-sudut pasar. (hj)